Home Contact Sitemap

Home

Pre-Marital Counselling

Pre Marital Counselling atau pre marital check up yakni satu usaha untuk memberi bimbingan pada pasangan yang akan menikah tentang kesehatan reproduksi. Mencakup apa saja yang mesti dilakukan oleh pasangan nikah dan bagaimana pula waktu pelaksanaannya. Namun untuk melakukan konseling ini, pasangan satu sama lain harus komit bahwa pemeriksaan tidak akan menggangu rencana pernikahan, bila terjadi sesuatu dari hasi check up tersebut. Selain itu kedua belah pihak haruslah komit dan konsen terhadap masalah kesehatan. Karena bila penyakit dapat dideteksi lebih awal, maka penanganannya pun akan lebih mudah disembuhkan. Namun untuk melakukan konseling ini diperlukan juga persetujuan dari kedua pihak keluarga. Karena, ada salah satu bahkan kedua pihak keluarga enggan melakukan pemeriksaan terhadap anak yang akan mereka nikahkan lantaran unsur latar belakang.

Prosedur yang harus dilakukan saat akan melakukan check up, yaitu:
1. Membuat janji terlebih dahulu dengan dokter.
2. Setelah membuat janji dan kesepakatan dengan dokter, pasangan nikah melakukan kunjungan peretama, berupa tanya jawab antara pasangan nikah dan dokter. Meliputi kondisi fisik pasangan secara general. Mencakup berbagai keluhan secara terbuka
3. Selanjutnya dokter melakukan tanya jawab secara terpisah.
4. Beberapa minggu berikutnya, pasangan kembali check up untuk melakukan tanya jawab tahap kedua, meliputi kesehatan di luar organ seksual, seperti keadaan paru – paru, jantung, kepala sampai pada latar belakang kesehatan berupa tindakan menjalani operasi yang bisa berpengaruh pada organ seksual masing – masing pasangan.
5. setelah memperoleh banyak keterangan dari tanya – jawab, pada tahap kunjungan selanjutnya dokter akan menyimpulkan secara kotor mengenai hal – hal apa saja yang harus dilakukan pasangan berkaitan dengan kesimpulan dokter. Dan pemeriksaan rutin mulai berjalan secara bertahap dan kontinyu. Hasilnya paling tidak akan mendeteksi secara dini bila ternyata ada penyakit atau keluahan yang mesti di obati atau ditangani. Besar kecil atau bahaya atau tidaknya penyakit atau keluhan yang dimiliki pasangan tergantung dari hasi pemeriksaan dokter. Paling tidak pasangan akan tersa lega dengan hasil yang diperolehnya.
Jadi bagaimana? Sudah siapkah Anda untuk melakukan konseling jelang pernikahan?

Comment now » . June 3rd, 2008

Man vs Woman

MAN VS WOMAN

Awal – awal menjalin hubungan kasih, seorang wanita merasa sangat bahagia karena diperlakukan bagaikan ratu. Apapun keinginan pasti dituruti oleh pasangan. Namun pelan – pelan ditahun – tahun berikutnya wanita mulai merasa bingung dengan perubahan pasangannya. Wanita mulai merasa pasangannya menjadi sangat berbeda tapi si pria merasa bahwa dia tidak pernah berubah karena memang demikianlah dia sebenarnya. Sebenarnya apa yang sedang terjadi?
Tidak bisa dipungkiri wanita dan pria memang sangat berbeda, walaupun mungkin di awal – awal hubungan ketika pasangan seringkali ”jaga image” sehingga tidak menjadi diri mereka sendiri. Oleh karena itu mengalah adalah sesuatu yang wajar dan wajib hukumnya di awal hubungan. Namun seiring dengan waktu, ketika mereka mulai nyaman dengan hubungan tersebut maka mereka mulai menjadi diri mereka sendiri. Sejak itulah perbedaan antar pria dan wanita mulai terlihat. Selama kedua belak pihak tidak menyadari dan tidak mau memahami perbedaan ini, maka yang muncul berikutnya adalah perpecahan yang berbuntut hubungan yang harus diakhiri.
Untuk itu, perlu dipahami bahwa pria dan wanita memang berbeda.
Pria membutuhkan seseorang yang bisa menerima dirinya apa adanya, seseorang yang percaya padanya dan bergantung pada apa yang bisa diberikannya, seseorang yang mengagumi apa yang telah dan akan dicapainya, seseorang yang memberinya kesempatan untuk memenuhi kebutuhannya.
Wanita membutuhkan seseorang yang bisa diajaknya curhat, yang bisa dipercaya dan tidak akan membocorkan rahasianya, seseorang yang memahami apa yang disukainya, seseorang yang bisa memenuhi kebutuhannya dan menawarkan bantuan padanya tanpa diminta.
Cara berkomunikasi pria dan wanita berbeda. β€œMau berhenti sebentar untuk minum kopi?” tanya si wanita. ”Tidak” jawab suami singkat. Dan istri tersinggung sebab sebenarnya dialah yang ingin berhenti minum kopi.
Pria pantang bertanya pasangannya tentang hal – hal kecil, misalnya memancing dengan kawannya, dan merasa heran ketika pasangannya kesal karena tidak dimintai persetujuannya. Bagi wanita, bertukan pikiran dengan suami adalah tindakan mendekatkan diri, dan untuk itu tidak perlu ada rasa ”gengsi”
Ketika wanita jatuh cinta, ia merasa telah mendapat segala yang dibutuhkannya.
Ketika pria jatuh cinta, ia menganggap relasi dengan kekasihnya sebagai suatu investasi. Ia mencurahkan seluruh energi dan harapannya untuk mendapat sesuatu dari situ.
Wanita cenderung memperhatikan detail, pria tidak. Bila wanita mengeluh tentang hal – hal kecil, pria mengira ia tidak menghargai hal – hal besar.
Bagi pria, berbicara adalah sarana untuk menyampaikan fakta. Ia menganggap telepon sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan fakta dan informasi, tapi wanita menganggap telepon sebagai sarana untuk menjalin kedekatan dengan teman bicaranya.
Wanita berbicara untuk membebaskan diri dari sters. Ia hanya perlu didengarkan. Tapi pria cenderung mencarikan solusi instan, sehingga terkesan tidak mendengarkan.
Kalau pria terdiam, itu tandanya ia sudah masuk ke dalam fase memecahkan persoalan. Kalau wanita terdiam, itu artinya ada masalah berat yang perlu segera dibahas dengan serius.
Kalau seorang wanita tidak bahagia dengan pasangannya, ia tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya. Kalau pria tidak bahagia dalam pekerjaannya, ia tidak bisa fokus pada pasangannya.
Wanita tidak menginginkan seks seperti halnya pria. Dalam relasi dengan pria, wanita mencari romansa dan cinta. Sendankan seks….hanya suatu konsekunsi saja.

4 Comments » . June 3rd, 2008

Langkah-langkah Menyiapkan Pesta Perkawinan

MENYUSUN KONSEP

Konsep dalam mempersiapkan pesta perkawinan merupakan suatu rencana atau rancangan awal yang disusun untuk menyelenggarakan pesta. Mulai dari konsep yang bisa terlihat seperti warna dekorasi, baju pengantin, sampai konsep yang tidak terlihat seperti suansa romantis, elegan, dll. Konsep ini harus sudah dipersiapkan sejak awal karena konsep menjadi ide dasar dari sebuah pesta perkawinan.
Menyusun konsep ini sebaiknya dilakukan bersama – sama dengan pasangan dan akan lebih baik jika konsep tersebut mewakili selera atau karakter masing – masing.
Adapun hal – hal yang menjadi bagian dari menyusun konsep yaitu:
1. Tema Pesta
Sebuah tema akan memberikan warna keseruhan bagi sebuah pesta pernikahan, karena tema diaplikasikan pada berbagai hal seperti dekorasi, baju pengantin, bunga, entertainment, undangan, sampai souvenir yang satu sama lain harus senantiasa memiliki harmonisasi.
Tema identik dengan sesuatu yang unik. Keunikan ini berawal dari sebuah ide. Langkah pertama untuk menciptakan sebuah ide dapat dimulai dengan membuat daftar apa yang disuka dan tidak disukai oleh calon pengantin. Entah itu musik, style, warna, artis favorit atau hobi. Tema pernikahan tidak perlu terlalu rumit, misalnya warna. Tetapi tema tidak hanya terinspirasi dari warna, tetapi juga bisa dari budaya tradisi, misalnya tema tradisional, dapat ditentukan ingin mengambil tema dari budaya daerah mana atau bisa dari budaya daerah kelahiran. Tema – tema lainnya yaitu gaya klasik, gaya natural, gaya kontemporer, gaya romantik, dll.

2. Anggaran
Setelah menentukan tema, langkah selanjutnya adalah menyusun anggaran. Dalam menyusun anggaran sangat berkaitan erat dengan tema, seperti jenis dan model seperti apa yang akan dipesan. Misalnya, ingin menggunakan tema natural maka pemilihan tempat sebaiknya yang mewakili tema tersebut misalnya di hotel yang memiliki view alam yang indah. Namun jika ingin menghemat anggaran, pesta dapat dilaksanakan di kebun keluarga yang cukup.
Penyusunan anggaran ini tentu memandu kita agar membuat berbagai alternatif pilihan yang disesuaikan dengan tema. Karena pada dasarnya, menyelenggarakan pesta pernikahan yang sukses bukan berarti harus dengan sesuatu yang serba mahal. Yang terpenting bisa mengoptimalkan dana yang ada. Oleh karena itu, dibutuhkan kecermatan dalam membuat anggaran. Misalnya, mengenai prioritas anggaran yang ada. Bagian mana yang lebih diprioritaskan dan mana yang bisa dihemat. Sebagai contoh, jika ingin menjamu tamu dengan makanan yang enak, maka catering menjadi prioritas tetapi kita bisa menghemat di bagian lain misalnya baju pengantin tidak harus dibeli tetapi cukup disewa. Jangan sampai terjerat hutang demi mengadakan sebuah pesta pernikahan impian yang mewah dan megah.
Setelah pasangan bisa memperkirakan besarnya biaya pesta pernikahan, harus mulai mempertimbangkan dari mana sumber dananya. Apakah mempelai akan membiayai sendiri pernikahannya atau ada peranana dari pihak keluarga. Yang terpenting harus didiskusikan terlebih dahulu, agar tidak timbul konflik di kemudian hari.

3. Waktu Pelaksanaan
Dalam menyusun waktu pelaksanaan sebaiknya dipilih dua tanggal sebagai alternatif dan back up bila pada tanggal yang diinginkan tidak memungkinkan diadakan pesta. Konsultasikan pula dengan orang tua atau keluarga dan kerabat, karena biasanya orang tua memiliki hari dan tanggal yang baik untuk menyelenggarakan sebuah perkawinan.
Penentuan tanggal ini, berkaitan dengan penentuan tempat pernikahan dan juga memudahkan untuk mengatur waktu bagi mempelai yang bekerja kantoran.

4. Survey Tempat
Hal – hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan lokasi penyelenggaraan pesta, yaitu:
a. Keuntungan dan kerugian lokasi tersebut
b. Kapasitas tamu
c. Fasilitas yang dimiliki (termasuk juga katering)
d. Untuk pesta outdoor, perjelas alternatif yang akan dilakukan pengelola jika cuaca tidak memungkinkan
e. Biaya – biaya tambahan seperti listrik, penggunaan ruang, kapasitas parkir, urusan perijinan, keamanan, dll
f. Sistem pembayaran, misalnya berapa down payment yang harus dibayarkan sebagai tanda jadi, kapan pelunasan, dll.
g. Perjelas pula mengenai kemungkinan terjadinya pembatalan atau perubahan tanggal.
h. Lokasi strategis dan mudah dijangkau
i. Jika muncul ketidakpuasan dari penyewa, bagaimana tindakan pengelola lokasi.
j. Jika sudah menetapkan suatu tempat sebagai lokasi pernikahan harus ada kontrak/perjanjian yang jelas (hitam di atas putih)

5. Undangan
Undangan bukan sekedar sehelai kertas, tetapi merupakan first impression yang menghubungkan pasangan dengan yang akan diundang. Untuk itu pilihlah undangan yang dapat mewakili karakter dan juga pesta seperti apa yang akan diselenggarakan. Dalam menentukan undangan sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut:
a. Sesuaikan dengan tema pesta, misalnya untuk warna undangan, corak, bentuk, dan jenisnya.
b. Lamanya waktu pembuatan undangan.
c. Harga undangan dan cara pembayarannya baik untuk down payment maupun untuk pelunasan.
d. Design dan kualitas undangan (kertas, pengerjaan, dll)
Setelah menentukan undangan seperti apa yang dipilih, selanjutnya adalah hal – hal yang akan ada dalam undangan, yaitu:
a. Nama mempelai
b. Nama kedua orang tua dari kedua mempelai
c. Tanggal, waktu, dan lokasi
d. Acara apa yang diharapkan dihadiri oleh tamu undangan, misalnya, akad nikah, atau upacara adat. Jika memungkinkan diberikan undangan yang terpisah untuk masing – masing acara.
e. Dress code (jika dipandang perlu)
f. Peta lokasi
g. Hal – hal lain yang dipandang perlu misalnya doa atau kata mutiara.
Setelah undangan ditentukan, selanjutnya adalah membuat daftar undangan. Membuat daftar undangan adalah tugas terberat bagi calon pengantin. Biasanya yang menjadi masalah ketika calon mempelai berasal dari dua keluarga besr dan juga memiliki banyak teman. Di satu sisi, calon pengantin harus mampu menyesuaikan jumlah undangan dengan kapasitas ruangan serta biaya yang tersedia tapi di sisi lain juga dituntut untuk menyusun daftar undanga secara lengkap agar tidak ada pihak yang merasa disepelekan atau sakit hati karena tidak diundang. Jika dalam penyusunan daftar undangan melibatkan keluarga, calon mempelai tetap yang memegang kendali dalam menentukan siapa yang perlu dan tidak perlu diundang. Tetapi harus tetap mendengarkan aspirasi dari keluarga, agar tidak ada yang tersinggung. Untuk mengantisipasi konflik keluarga dalam pemilihan tamu undangan, bisa diatur porsi masing – masing pihal yaitu dengan membagi 3 total undangan. 1/3 masing – masing untuk orang tua calon pengantin dari kedua belah pihak dan sisanya adalah bagian calon pengantin.
Berikut hal – hal yang harus diperhatikan dalam menyusun daftar undangan:
? Tulis lebih dulu tamu yang akan diundang ke pesta pernikahan berdasarkan kedekatan. Utamakan keluarga, sahabat, rekan kerja, tetangga, dst. Dahulukan pengiriman undangan kepada kerabat atau orang yang dituakan. Kartu undangan harus sampai ke tangan penerima sekitar dua minggu sebelum hari – H.
? Ingatlah untuk lebih mendahulukan mengundang mereka yang kemungkinan besar bisa datang daripada mengundang mereka yang hanya sepintas dikenal dan belum tentu bisa datang.
? Tentukan berapa jumlah orang yang akan diundang, baik dari mempelai wanita maupun pria, dan juga orang tua. Perlu adanya kesepakatan terhadap jumlah tamu ini karena berkaitan dengan undangan yang akan disebar.
? Rencanakan segala sesuatunya untuk tamu undangan yang datang dari luar kota/luar negeri. Berikan pada mereka informasi yang perlu terutama mengenai pesta pernikahan. Jika pasangan tidak bisa menservis jangan lupa untuk memberi ucapan selamat datang saat kedatangan mereka beserta info – info tambahan yang mungkin berguna.
? Usahakan untuk tidak membuat undangan yang ditujukan secara kolektif karena kita tidak akan pernah bisa menghitung dengan pasti berapa jumlah tamu yang akan datang.
? Saringlah nama – nama yang tertulis dalam daftar undangan yang sudah dibuat.

6. Baju Pengantin
Baju pengantin merupakan aksesoris utama dalam sebuah pernikahan. Pemilihan baju ini disesuaikan dengan tema dan lokasi acara. Jika pesta pernikahan dilakukan outdoor maka kita pasti akan lebih memilih bahan yang menyerap keringat, simpel, ringan, dan membuat leluasa bergerak.
Untuk menciptakan kesan elegan, bju pengantin yang digunakan tidak harus membeli tetapi bisa menyewa atau meminjam. Tetapi jika ingin membuat baju pengantin, rajin – rajinlah membaca majalah mode terbaru, atau melihat – lihat model melalui internet, lalu konsultasikan model dan bahannya pada penjahit yang dipilih. Diusahakan model dan bahan baju penantin yang akan dibuat nyaman untuk dikenakan dan sesuai dengan karakter, serta dapat membuat tampi lebih percaya diri. Selama proses penjahitan gaun, rajinlah untuk melakukan fitting karena ukuran tubuh manusia akan selalu berubah.

7. Tata Rias Wajah dan Rambut
Saat memilih gaya bermake up untuk hari pernikahan sebaiknya mempelai wanita berkonsultasi pada seorang make up artist yang dipercaya. Make up artist tersebut tentu akan memberi kebebasan dalam menentukan warna atau gaya yang diinginkan, tapi tentu akan memberi banyak masukan termasuk trend terkini.

8. Katering
Beberapa tempat pernikahan biasanya sudah sekaligus melayani katering, namun harga yang ditawarkan tentu jauh lebih mahal karena mereka menggunakan sistem paket yang kesemuanya dijadikan satu mulai dari katering, dekorasi, sampai dokumentasi. Hal ini tentu dikembalikan lagi pada anggaran yang tersedia.
Berikut hal – hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih katering dan menunya:
a. Tanyakan secara rinci mengenai paket menu dan variasi makanan yang tersedia, tambahan biaya jika membawa beberapa makanan tambahan, waktu yang diperlukan untuk menyiapkan hidangan, tanggung jawab pihak katering terhadap kebersihan saat pesta berlangsung, hingga cara pembayaran.
b. Tanyakan pengemasan katering seperti dekorasi yang ditawarkan saat pesta pernikahan.
c. Kisaran harga prasmanan, paket, gubukan, dan minimum pemesanan.
d. Pilihlah menu yang sesuai selera umum. Jika tetap menginginkan menu yang sedikit ”aneh” sebaiknya tidak terlalu banyak macamnya. Karena mungkin memang ada beberapa tamu yang mau coba – coba tetapi sebagian besar tamu lebih memilih makanan yang ”aman” dan nyaman bagi lidah mereka.
e. Pilih menu yang variatif dan minta pada pihak katering untuk menyajikan semenarik mungkin
f. Minta untuk melakukan food testing yang akan dihidangkan dengan porsi, potongan serta penyajian yang sama dengan saat pesta pernikahan nantinya.

9. Dokumentasi (Foto dan Video)
Foto dan video pernikahan berfungsi untuk mengabadikan setiap moment indah yang terjadi saat acara berlangsung dan merupakan dokumentasi keluarga. Fotografer dan videografer yang profesional akan menciptakan kualitas pengambilan gambar, warna, dan cetakan yang tentu profesional pula.
Langkah selanjutnya adalah membuat list atau daftar gambar yang ingin diambil. Sebelumnya, pasangan bisa melihat contoh hasil video pernikahan yang pernah diproduksi sebagai gambaran untuk membuat list gambar.
Ada beberapa maca gaya pemotratan dan videografi:
Pre-wedding in door dan out door
? Foto dilakukan sebelum hari H, biasanya dipakai sebagai bagian dari dekorasi saat hari H, atau juga ditampilkan dalam undangan.
? Foto ini bersifat lebih terkonsep karena sudah direncanakan sebelumnya
? Gaya foto indoor bersifat lebih formal sedangkan yang outdoor bersifat semi formal.
? Untuk foto outdor biasanya dipilih busana semi kasual. Untuk lokasi bisa disesuaikan dengan tema atau permintaan mempelai karena mungkin memiliki arti khusus bagi calon mempelai.
? Oleh karena foto outdoor mengambil lokasi di alam, sehingga sangat tergantung pada cuaca. Namun kini sudah ada teknologi canggih pengambilan foto indoor tetapi hasilnya seolah – olah outdoor.

Candid
? foto yang diambil seolah – olah tanpa sengaja. Sehingga, tidak membutuhkan pose khusus yang dibuat – buat. Dalam foto jenis ini subjek tidak sadar kalo mereka menjadi objek si fotografer. Hasilnya akan terliat lebih alami dan rileks.
? Untuk foto jenis ini sebaiknya fotografel mengenal calon mempelai, minimal karakternya.

Foto dan Video Liputan
Foto maupun video liputan adalah dokumentasi yang biasa dilakukan saat hari H. Jadi sifatnya formal dan mendokumentasikan acara pernikahan sejak awal hingga akhir.

Video Klip
Biasanya merupakan kumpulan foto dari masa kecil calon pengantin yang digabung – gabungkan hingga saat acara pesta pernikahan berlangsung. Kumpulan foto dan video acara pesta pernikahan ini dikems menjadi satu kesatuan yang akhirnya dapat membentu satu jalinan cerita.

10. Dekorasi/Florist
Hampir sebagian besar dekorasi bermain di bunga atau florist yang kembali disesuaikan berdasarkan tema dan konsep acara. Misalnya untuk tema pesta musim semi, maka bunga yang banyak digunakan adalah bunga – bunga berwarna coklat, oranye, dan warna – warna gelap lainnya. Untuk merangkainya pun membutuhkan imajinasi dari perangkai, sehingga menghasilkan rangkaian yang artistik, fungsional, dan filosofis.
Hal – hal yang harus diperhatikan dalam membuat dekorasi:
? Sesuaikan dekorasi dengan tempat, tema, dan budget
? Bunga dan dekorasi juga berfungsi untuk menguatkan tema
? Diskusikan tema dan warna pesta pada florist/dekorator agar mereka memiliki gambaran dan bisa membuat lay out, termasuk apakah akan menggunakan bunga – bunga lokal atau impor
? Mintalah florist/dekorator memperinci ukuran, gaya, komposisi bunga, nuansa warna, serta bentuk rangkaian yang akan dibuat.
? Tanyakan berapa lama waktu untuk mendekor
? Jika akan menggunakan bunga impor, tanyakan tingkat keawetannya karena cuaca di negara kita tentu berbeda
? Bunga impor tentu harganya mahal sehingga untuk menyiasati anggaran, bisa menggunakan bunga lokal yang tidak kalah kualitasnya dengan bungan impor.
? Perjelas apa saja yang akan ditangani, misalnya dekorasi di rumah, dekorasi di tempat resepsi, dekorasi mobil pengantin, dll.

11. Souvenir
Souvenir ini perlu diberikan sebagai tanda penghargaan dan ucapan terima kasih mempelai bagi para tamu undangan karena telah meluangkan waktunya untuk datang. Souvenir yang bagus tidak harus mahal. Yang penting secara fungsional berguna bagi para tamu.
Dalam memilih souvenir, sesuaikan dengan tema pesta, karakter, minat/hobi mempelai. Selain itu perlu juga dipikirkan mengenai bentuk kemasan yang unik dan menarik. Tujuannya agar souvenir yang sederhana bisa tampak lebih istimewa dan memikat.

12. Musik dan Entertainment, MC
Musik dan entertainment berperan penting dalam mewarnai sebuah pesta pernikahan, sehingga tamu undangan tidak hanya disuguhi makanan. Pilihlah musik dan entertainment yang sesuai dengan tema dan konsep acara.
MC memegang peranan penting oleh karena itu biasanya MC menyediakan waktu khusus untuk mengobrol dengan calon mempelai agar bisa mengenal karakter, selera, dan kemauan mempelai, misalnya soal lagu favorit, tentang perjalanan kisah cinta mempelai, dll.
Jika tema yang diangkat adalah pernikahan adat maka hendaknya MC paham dengan tata urutan acara. Selalulah berpulang pada tema, begitupun untuk pemilihan MC.

Comment now » . June 3rd, 2008

A-Z Wedding List

A – Z WEDDING LIST

A – ALLURING DRINK. minuman pemita. Macam – macamnya tergantung tradisi, misalnya wne, teh, kopi, soft drink, dll.

B – BOMBONIERE. Bomboniere atau wedding gift atau souvenir adalah barang yang akan dibawa pulang oleh para undangan sebagai ucapan terima kasih atas kedatangan mereka. Siapkan souvenir jauh – jauh hari dan lebihkan jumlah pemesanan dari jumlah undangan.

C – CATERING. Makanan pesta pernikahan harus disiapkan lebih banyak dari jumlah tamu yang diundang.

D – DECORATION. Dekorasi merupakan unsur penunjang namun sekaligus membuat pesta pernikahan semakin sempurna karena dekorasi mewakili karakter mempelai yang terurai dalam tema.

E – ENTERTAINMENT. Hiburan dapat disesuaikan dengan tema pesta, misalnya tema tradisional maka hiburan bisa menggunakan tarian tradisional atau lagu – lagu tradisional. Koordinasikan pula dengan MC, karena MC sangat berperan memandu pesta.

F – FLOWER. Buka akan mempercantik penampilan. Oleh karena itu bunga tangan sangat penting karena melambangkan keindahan dan kecantikan.

G – GOWN. Pilihlah baju yang nyaman untuk dipakai. Sesuaikan pula baju dengan tema pesta.

H – HONEYMOON. Rencanakan honeymoon jauh – jauh hari untuk menghindari tidak dapatnya atau mahalnya tiket transportasi dan akomodasi.

I – INVITATION. Undangan adalah barang dan image pertama yang akan diterima oleh para undangan karena undangan mewakili tema yang akan diusung.

J – JEWELLERY. Pernikahan adalah pengikatan dua hati menjadi satu dan cincin adalah pengikatnya. Pilihlah cincin yang menjadi pilihan bersama dan karena akan digunakan selamanya maka jangan sungkan untuk memilih yang terbaik.

K – KISS. Wedding kiss adalah ciuman yang paling mendebarkan karena semua mata akan tertuju hanya kepada kedua mempelai.

L – LICENCE. Pernikahan adalah sebuah proses legitimasi penyatuan dua insan karena itu sura – surat untuk membuat akte perkawinan harus menjadi prioritas dalam sebuah pernikahan.

M – MAKE UP. Make up yang baik dan mendukung akan sangat penting bagi mempelai wanita. Untuk itu selalulah konsultsikan jenis rambut dan riasan yang diinginkan.

N – NAIL. Tangan mempelai wanita akan menjadi sorotan ketika mempelai pria menyematkan cincin di jari manis mempelai wanita. Perawatan manicure akan sangat membantu.

O – ORGANIZATION. Menyewa SIMPLY Wedding & Event Organizer akan sangat membantu dalam pelaksanaan pernikahan. Membuat mempelai hanya perlu mempersiapkan mental dan fisik menjelang pesta dan percayakan segalanya kepada SIMPLY untuk menciptakan momen terindah dalam hidup Anda.

P – PHOTOGRAPHY. Foto akan merekam semua kenangan indah pada hari pernikahan.

Q – QUEASY. Pengantin biasanya gugup dalam menyiapkan pernikahan. Ingatlah stress tidak akan membantu. Pergilah untuk lulur dan spa untuk membantu mengurangi ketegangan – ketegangan yang timbul.

R – RECEPTION. Mempersiapkan susunan acara pada saat resepsi tidaklah mudah tetapi dengan menyewa SIMPLY Wedding & Event Organizer akan membuat semuanya menjadi lebih SIMPLE.

S – SIMPLY. Wedding & Event Organizer yang siap membantu Anda untuk mewujudkan sebuah pesta pernikahan yang sesuai dengan impian Anda.

T – TRANSPORT. Untuk mengantar pengantin menuju lokasi pesta alangkah indahnya jika mobil yang digunakan dihiasi.

U – UNDERSTANDING. Pengertian kedua belah pihak sangatlah penting untuk menghindari persepsi yang berbeda saat persiapan hingga pelaksanaan pernikahan. Selain itu saling pengertian juga untuk menghindari keretakan kedua keluarga antara keluarga wanita dan pria, karena pernikahan juga merupakan penggabungan dua keluarga.

V – VENUES. Pemilihan tempat harus disesuaikan dengan jumlah, kelas, image para tamu undangan karena masing – masing tempat memiliki kapasitas dan karakter tertentu.

W – WEDDING THEME. Tema wedding adalah hal pertama yang harus dipikirkan. Tema pernikahan ini dapat membantu dalam menyesuaikan pemilihan semua kebutuhan pernikahan.

X – XOXO. Kasih saying dan cinta sangat diperlukan dalam menyiapkan acara besar ini. Tak sedikit pasangan penganting bertengkar akan hal – hal kecil. Apabila hal ini terjadi ingat hadapi segalanya dengan rasa cinta.

Y – YES, I DO. Pengucapan janji setia di upacara pernikahan adalah acara yang paling menyentuh hati dimana kedua mempelai saling mengucapkan janji untuk setia seumur hidup mereka dan dalam keadaan apapun untuk selalu bersama.

Z – ZZzzzz. Jangan lupa untuk beristirahat yang cukup pada malam sebelum hari H.

1 Comment » . June 3rd, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

1 Comment » . June 1st, 2008